Terbaik di Kaltim, Kampung Sumber Agung Menuju Nasional
Kampung Sumber Agung
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB-
Keberhasilan Kampung Sumber Makmur Kecamatan Batu Putih terbaik di Kaltim
mengantarkannya mewakili Kaltim bersaing dengan propinsi se Indonusia lainnya.
“Kesiapan seluruh berkas Kampung Sumber Agung
Kecamatan Batu Putih Kabupaten Berau telah dikirim secara online minggu lalu,
untuk penilaian lomba kampung/desa tingkat nasional dimana Kalimantan Timur
(Kaltim) masuk regional 3 meliputi Pulau Sulawesi dengan Kalimantan. Berarti
ada puluhan provinsi yang berkompetisi dalam even tersebut,” kata Kepala Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK) Berau Ilyas Natsir
melalui Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat Surtini,
saat dijumpai diruang kerjanya di Jl APT Pranoto baru-baru ini.
Mulanya
lanjut Surtini, semua berkas disiapkan untuk dikirim secara manual sesuai
dengan list diminta panitia pelaksana yakni ada 3 kategori bidang yakni bidang
pemerintahan, wilayah dan kemasyarakatan. Dari 3 kategori itu ada lagi
masing-masing bidang khususnya pemerintahan ada 30 poin, juga bidang lainnya
semua ada berkasnya sudah dilengkapi secara detail dan lengkap.
“Jadi kalau berkas semua sudah terkirim. Kita
tinggal menunggu, sebenarnya sih sesuai tahapan yang ada awal Agustus ini sudah
ada hasil penilaian apakah Sumber Agung masuk 6 besar atau tidak. Tapi karena
ada PPKM Darurat dan kebetulan terus diperpanjang secara nasional sehingga
jadwal penialaian dan tahapan lainnya ditunda,” kata Surtini lagi.
Untuk
diketahui Sumber Agung terbaik di Kaltim hingga melaju ke tingkat nasional
keberhasilan sangat menonjol yakni dimana Sumber Agung punya Pendapatan Asli
Kampung (PAK) yang mana baru sampai dengan April tahun ini telah mencapai
sekitar Rp 700-an juta.
Luar biasanya lagi Sumber Agung targetkan
untuk tahun 2021 ini PAK nya Rp 1 miliar. PAK itulah yang diberdayakan
sesuai dengan hasil musyawarah Aparat Kampung yang dipakai untuk penanganan
pandemi ini. Sampai hal kecil seperti kebutuhan vitamin vitamin kalau ada
warganya yang terpapar. “Disamping kalau ada tamu atau warganya yang datang
dari luar daerah ada tempat untuk menampung diberi nama “Rumah Singgah” untuk
karantina dahulu beberapa hari sesuai dengan ketentuan antisipasi covid-19.”katanya.
Dalam karantina itu semua biayanya ditanggung
oleh kampung karena ada anggarannya dan sudah terinci. Bagusnya lagi hal itu
ada Peraturan Kampung (Perkam) nya dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
“Karena hal itu adalah persyaratan wajib
sebagai penilaian dalam lomba kampung/desa ini, termasuk pelayanan secara
digital tentang penanggulangan covid-19. Juga PAK sudah diatur bahwa sekian
persen untuk PKK, dan lainnya di Perkam itu.” tutur Surtini.
Ditambahkan
Surtini lagi, Kampung Sumber Agung itu yang membuat berkibar
ditingkat provinsi lalu karena PAK nya itu. Dimana hasil dari Perkebunan
Sawit, yang mana Kapung punya kas berupa lahan dikelola menjadi kebun sawit.
Dalam mengelola perkebunan sawitnya itu tenagakerjanya merupaka warga kampung
setempat yang masih produktif di kampung tersebut, sehingga tidak ada
pengangguran.
Termasuk perempuan perempuannya diberikan kegiatan
pekerjaan, itu tatkala panen setelah diangkut para tenaga laki laki sawit
bertandan dan ada buah sawit yang terjatuh itu tugas para ibu ibu untuk
mengambilinya.
Jadi dikampung tersebut warga miskin hampir
tidak ada, dengan kata lain merata sejahtera.
“Sumber PAK lain diluar perkebunan sawit
adalah, perkebunan Alfukat. Ada juga rumah produksi itu ibu-ibu berkarya buat
kemasan berbagai produk, hasilnya bagus bagus dan unik. Karena semua usaha kolaborasi
dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK),”ujarnya lagi. (sep/adv)